Tugas Terstruktur 14
Usaha Minuman Kopi Liter “KOPI NALAR”
Bagian I: Analisis Kesiapan (Audit Pertumbuhan)
1. Profil Bisnis
Nama Usaha: Kopi Nalar
Bidang Usaha: F&B – Minuman kopi liter siap minum
Usia Usaha: ±2 tahun
Model Bisnis: B2C (online delivery & reseller lokal)
Produk Utama:
-
Kopi susu gula aren liter
-
Varian non-kopi (matcha, cokelat)
Target Pasar:
Mahasiswa dan pekerja muda usia 18–30 tahun di area perkotaan.
Posisi Siklus Hidup (Model Churchill & Lewis):
Usaha ini berada pada tahap Success – Growth.
Ciri-cirinya:
-
Produk stabil
-
Pelanggan berulang
-
Arus kas positif
-
Tantangan utama mulai bergeser dari “jual laku” ke “kapasitas & sistem”
2. Bukti Product–Market Fit
Bukti bahwa produk diinginkan pasar:
-
Rata-rata penjualan 30–40 botol liter/hari
-
±60% pembelian berasal dari pelanggan repeat order
-
Rating marketplace dan delivery app di atas 4,7/5
-
Testimoni pelanggan menyoroti rasa konsisten dan harga terjangkau
Kesimpulan: Product–market fit sudah tercapai, masalah bukan di permintaan, tapi di kemampuan memenuhi permintaan lebih besar.
3. Bottleneck Analysis (Hambatan Utama)
Hambatan pertumbuhan saat ini:
-
Produksi masih manual → kapasitas maksimal terbatas
-
Tidak ada SOP baku → kualitas berisiko tidak konsisten
-
Pemasaran masih pasif → hanya mengandalkan marketplace
-
Pemilik merangkap semua peran → operasional tidak scalable
👉 Jika order naik 3–5 kali lipat, bisnis akan kolaps di produksi & operasional.
Bagian II: Strategi Scale-Up Operasional
1. Standardisasi & Otomatisasi
Proses yang distandardisasi (SOP):
-
SOP pembuatan minuman (takaran, waktu seduh, suhu)
-
SOP penyimpanan bahan baku
-
SOP packing & pengiriman
-
SOP pelayanan pelanggan
Teknologi yang diadopsi:
-
POS & Inventory Management (Moka / Majoo)
-
CRM sederhana (WhatsApp Business API + Labeling pelanggan)
-
Google Sheets terintegrasi untuk laporan harian
Tujuan: mengurangi ketergantungan pada pemilik dan meminimalkan human error.
2. Rencana SDM (Posisi Kunci)
Untuk scale-up, dibutuhkan 3 posisi inti:
-
Manajer Operasional
-
Mengelola produksi harian
-
Menjaga kualitas dan efisiensi
-
-
Staff Produksi
-
Fokus eksekusi SOP
-
Meningkatkan kapasitas output
-
-
Digital Marketing Officer
-
Iklan berbayar
-
Manajemen konten & promo marketplace
-
Pemilik beralih peran dari “tukang” ke pengambil keputusan strategis.
Bagian III: Strategi Pasar & Pendanaan
1. Strategi Ekspansi
Pilihan Strategi: Penetrasi Pasar + Reseller
Alasan:
-
Produk sudah diterima
-
Biaya ekspansi lebih rendah
-
Risiko lebih terkendali
Langkah:
-
Rekrut reseller kampus & kos-kosan
-
Paket reseller (harga khusus + materi promosi)
-
Promo berlangganan mingguan
2. Rencana Pendanaan
Kebutuhan Modal Scale-Up (Estimasi):
-
Mesin kopi & alat produksi: Rp25.000.000
-
Freezer & penyimpanan: Rp10.000.000
-
Marketing & iklan awal: Rp10.000.000
Total: ±Rp45.000.000
Sumber Pendanaan:
-
60% laba ditahan
-
40% pinjaman KUR Mikro
VC belum dibutuhkan karena bisnis masih bisa tumbuh secara organik dan terkontrol.
Bagian IV: Metrik Pertumbuhan (Growth Dashboard)
1. North Star Metric
Jumlah botol terjual per bulan
Target 12 bulan:
➡ dari ±900 botol → 3.000 botol/bulan
2. Unit Economics
-
CAC (Customer Acquisition Cost): Rp8.000
-
LTV (Lifetime Value): ±Rp120.000
-
LTV : CAC Ratio = 15 : 1 (sangat sehat)
3. Burn Rate & Runway
Karena tidak membakar dana investor:
-
Burn rate rendah
-
Runway > 18 bulan
-
Fokus pada profitabilitas, bukan growth palsu
Kesimpulan Strategis
Bisnis Kopi Nalar layak scale-up, namun hanya jika:
-
Operasional distandardisasi
-
Pemilik berhenti jadi bottleneck
-
Growth dikontrol dengan sistem, bukan tenaga
Scale-up bukan soal “jualan lebih banyak”, tapi membangun mesin yang bisa menjual lebih banyak tanpa ikut capek.
BONUS: Rangkuman 3 Slide Pitch Deck
Slide 1 – Masalah & Traksi
-
Permintaan tinggi
-
Kapasitas terbatas
-
Data penjualan & repeat order
Slide 2 – Solusi & Strategi
-
SOP + otomasi
-
Rekrut tim inti
-
Penetrasi pasar via reseller
Slide 3 – Target & Dampak
-
3.000 botol/bulan
-
Unit economics sehat
-
Bisnis siap naik kelas
Komentar
Posting Komentar